hidup sehat, hindari merokok, berhenti merokok, manfaat buah, sehat itu mudah, cara mudah hidup sehat, makanan sehat.

Mengenal Perokok Pasif (Secondhand Smoke)

Share on :
Semua Sudah Tahu Bahaya merokok tapi semua itu hilang ditelan "kenikmatannya"

Trit ini hanya sekedar Basa-basi Jangan di ambil hati, cuma bacaan tak berarti seperti trit BB yang tak pernah jenuh kita berantas tapi tak juga tuntas, yang tak henti kita protes keras tapi dengan viewer teratas

Saya tidak akan lagi membahas tentang isi kandungan dalam asap rokok
dan bahayanya, semua pasti sudah sering membacanya,

so...cuek beybeh terserah gua duit duit gue rokok-rokok gue...badan badan gue kalo sakit gue ini yang ngerasa bukan elo!

yakin lo nggak ngerugiin orang lain?

Ketika seseorang menyalakan rokok asap yang dihisapnya itu adalah asap rokok utama sedangkan yang terbuang dari rokok adalah asap rokok kedua, dan lebih berbahaya buat orang disekitar perokok!

Ketika seseorang yang bukan perokok menghirup asap rokok, dia terkena racun dan bahan kimia yang sama, termasuk nikotin, seperti perokok yang sebenarnya. Ini yang disebut perokok pasif.

Setidaknya 250 bahan kimia berbahaya telah diidentifikasi dalam asap rokok yang terbuang, termasuk setidaknya 50 karsinogen (bahan kimia yang diketahui menyebabkan kanker).

Dan perokok pasif inilah yang mendapatkan bahaya 3 kali dari perokok aktif!.

Konsentrasi zat berbahaya di dalam tubuh perokok pasif lebih besar karena racun yang terhisap melalui asap rokok perokok aktif tidak terfilter. Sedangkan racun rokok dalam tubuh perokok aktif terfilter melalui ujung rokok yang dihisap.

Racun rokok terbesar dihasilkan oleh asap yang mengepul dari ujung rokok yang sedang tak dihisap. Sebab asap yang dihasilkan berasal dari pembakaran tembakau yang tidak sempurna.


Data Global Youth Survey tahun 1999-2006, sebanyak 81 persen anak usia 13-15 tahun di Indonesia terpapar asap rokok di tempat umum atau menjadi perokok pasif. "Padahal rata-rata persentase dunia hanya 56 persen," ujarnya.

Survei tersebut juga menunjukkan, lebih dari 150 juta penduduk Indonesia menjadi perokok pasif di rumah, di perkantoran, di tempat umum, di kendaraan umum.

Sedangkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional 2004 menunjukkan, lebih dari 87 persen perokok aktif merokok di dalam rumah ketika sedang bersama anggota keluarganya. Survei ini juga menemukan 71 persen rumah tangga memiliki pengeluaran untuk merokok.

Pemerintah sudah berusaha untuk prokok agar tidak merokok disembarang tempat. Seperti Pergub DKI Jakarta No 88/2010.
Tapi dalam pelaksanaannya tidak berjalan dengan baik.

So please deh ah....

Untuk sehat buat diri sendiri terkadang kita tidak perduli, tetapi masih tegakah anda membahayakan keluarga anda tercinta dengan ROKOK?


Quote:
argumen ngawur yang mengatakan kita mendapat devisa dan pendapatan dari rokok serta buruh pabrik rokok bisa kelaparan kalau pabriknya tutup. itu hanya alasan yang dicari-cari.

kita justru bisa berhitung berapa banyak biaya dihemat dari kebutuhan berobat dan angka kanker yang dapat ditekan atau bayi dengan berat badan lahir rendah tidak akan terjadi kalau saja negeri ini bebas rokok.

belum lagi penghematan yang bisa dilakukan seorang ayah bila berhenti dan mengalihkan dananya demi lauk pauk anaknya atau pendidikan lebih.
Untuk kita yang tidak merokok beranilah menegur mereka yang merokok di tempat umum.

Jika bicara hak bagi seorang perokok maka
kita yang tidak merokok memiliki hak yang sama, bahkan lebih.

"hak untuk hidup selalu lebih didahulukan ketimbang hak untuk memilih mati.”


So jadilah perokok yang cerdas!

atau tidak merokok sama sekal

1 komentar:

Bali Murahs mengatakan... 19 Juni 2014 05.01

meskipun udah banyak yg tahu, tp harus ada tulisan begini yg diulang, sangat baik buat generasi muda, Info ini sangat penting, Ijin copas mas....thanks